Apaitu E-commerce dan apa saja jenis-jenisnya. Berikut penjelasannya. E Commerce merupakan proses penjualan, pembelian, dan jasa yang di informasikan melalui media elektronik digital, mengunakan jaringan internet. Partial e commerce dicirikan dengan penggabungan antara aspek digital dan tradisional/fisik, Contoh PT KIA (PT Kokoh Inti Arebama).
TerutamaPasar Glodok yang dibangun paling awal, terkenal lantaran menjadi pusat barang elektronik. Sementara dua nama terakhir adalah produk tahun 2000-an. "Kalau dulu, orang belanja elektronik patokannya Pasar Glodok," kata Asisten Manager Pasar Glodok PD
JAKARTA- Hadirnya e-commerce atau jual beli online telah mengubah kebiasaan masyarakat.Dulu masyarakat gemar berbelanja ke pusat perbelanjaan, kini mereka lebih senang memesan secara online lewat gadged yang dimilikinya. Itu pula yang diakui seorang pedagang di Pasar Glodok, Jakarta Barat, Dede (25) menjadi salah satu penyebab mengapa kini pusat
KamiGlodokShop Online, Toko Online Murah, Pusat Jual Elektronik Terlengkap di Glodok, Melayani Grosir dan Eceran Currency : Home About Us Tanya - Barang Masih Segel di dalam Dus - Garansi Resmi dari Pabrik. - Barang Berkwalitas dan Harga Murah Banget. - Service yang Ramah & Profesional - Berpengalaman Sejak Tahun 2002
. Ingin berbelanja murah? Datang saja ke Jakarta. Sebab, di kota tersebut banyak tempat belanja yang bisa dikunjungi. Jika ingin berbelanja produk fashion, Tanah Abang merupakan tempat yang tepat. Jika ingin berbelanja souvenir pernikahan, kunjungi saja Pasar Mester kedua tempat tersebut, ada lagi satu tempat yang bisa dikunjungi untuk berbelanja barang-barang elektronik murah. Tempat tersebut bernama Pasar Glodok atau yang sering juga disebut Pasar Glodok Pasar Glodok ElektronikSejarah Pasar Glodok Source merupakan nama kelurahan di Kecamatan Taman Sari, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia. Di masa pemerintahan Hindia Belanda, lokasi ini merupakan Pecinan terbesar di Batavia disebabkan mayoritas penghuninya merupakan warga keturunan Tionghoa termasuk Tionghoa Jakarta.Kata Glodok sendiri berasal dari Bahasa Sunda “Golodog” yang artinya pintu masuk rumah. Disebut demikian karena Sunda Kelapa Jakarta pada waktu itu merupakan pintu masuk ke kerajaan Sunda. Sebab sebelum dikuasai oleh Belanda, Sunda Kelapa masih dihuni oleh orang-orang Sunda Belanda yang menguasai daerah tersebut membawa para pekerja dari luar. Nah, orang-orang non-Sunda terutama suku Jawa dan Melayu inilah yang merubah ejaan G’ Golodog jadi K’ Glodok sampai saat juga menyebutkan kalau nama Glodok berasal dari suara air pancuran yang berada di sebuah gedung kecil persegi delapan yang lokasinya tepat di tengah-tengah halaman gedung Balai Kota Stadhuis yang merupakan pusat pemerintahan Kompeni Belanda di kota Batavia pada waktu ini Glodok sudah menjadi salah satu pasar tempat penjualan elektronik terbesar di Jakarta. Oleh karena itu, orang-orang sering menamakannya dengan Pasar Glodok Elektronik. Secara administratif, daerah tersebut masuk masuk ke dalam wilayah kecamatan Taman Sari, Jakarta dulunya merupakan daerah pecinan, tidak heran jika mayoritas penduduk dan orang yang berdagang di sana merupakan warga keturunan budaya Tionghoa masih sangat kental di daerah tersebut. Hal ini terlihat jelas dari segi arsitektur bangunannya yang masih bernuansa Glodok mulai diramaikan dengan penjualan barang-barang elektronik pada tahun 1980an. Sejak saat itulah, pasar tersebut mulai dikenal sebagai pusat penjualan barang-barang elektronik yang sangat lengkap, namun dijual dengan harga yang sangat Barang Elektronik Sangat Murah di Pasar Glodok ElektronikPasar Glodok Pusat Penjualan Barang Elektronik Murah Source lama Pasar Glodok dikenal sebagai sentra penjualan aneka produk elektronik. Tidak heran jika Anda bisa mendapatkan barang-barang elektronik lokal maupun import di jual di sini dengan harga yang jauh lebih murah jika dibandingkan harga di tempat pengunjung yang datang ke Pasar Glodok Elektronik untuk berbelanja kebutuhan produk elektronik di tempat ini tidak hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya saja, melainkan juga dari berbagai daerah di luar ragu untuk berbelanja produk elektronik di pasar tersebut. Produk apapun yang Anda inginkan mudah ditemukan di kawasan ini. Hanya saja, Anda mesti teliti dan berhati-hati agar harga yang Anda dapatkan betul-betul murah dan itu, kemampuan dalam menawar harga barang juga harus Anda miliki. Dengan begitu, Anda berpeluang besar untuk mendapatkan barang murah Anda di pasar sekali jenis barang elektronik yang bisa Anda beli di Pasar Glodok Elektronik, di antaranya adalah komputer, handphone, gadget, termasuk elektronik rumah tangga seperti C, kulkas, DVD Player, AC, dan lain Harga Produk Elektronik di Pasar Glodok Sangat Murah?Mayoritas Barang Elektronik di Pasar Glodok Merupakan Produk Impor Source ada di antara pembaca yang mempertanyakan sebab harga jual produk elektronik di Pasar Glodok Elektronik sangat murah? Jawabannya sederhana, karena produk-produk tersebut merupakan barang elektronik yang dijual di pasar tersebut umumnya merupakan barang impor dari Negara-negara Asia, seperti Jepang, China, dan Singapura. Bahkan, sebagian barang-barang tersebut ada yang diimpor langsung dari negara-negara Eropa dan sebabnya kenapa rata-rata harga jual barang elektronik di pasar tersebut lebih murah jika dibandingkan dengan tempat lainnya di Jakarta. Apalagi produk-produk China, tidak hanya murah harganya, namun variasi juga lebih lain dari produk China dibandingkan produk impor lainnya terletak pada suku cadangnya yang mudah ditemukan dan dijual dengan harga murah. Dengan begitu, produk-produk tersebut lebih mudah diperbaiki saat mengalami pembeli yang sudah berbelanja barang-barang elektronik di Pasar Glodok Elektronik merasa puas dengan hasil belanjaannya. Oleh karena itu, pasar ini dipenuhi dengan para pengunjung yang datang untuk berbelanja di tempat pembeli yang berbelanja di Pasar Glodok tidak hanya untuk kepentingan pribadi. Banyak juga yang berbelanja dalam jumlah banyak untuk dijual karena itu, jika Anda ingin berbelanja barang-barang elektronik murah di Jakarta, pastikan Anda mengunjungi Pasar Glodok. Tinggal naik angkutan umum saja jika Anda tidak memiliki kendaraan pribadi untuk ke sana.
Jakarta - Pada era tahun 1990-an, Pasar Glodok jadi pusat grosir barang elektronik paling ramai di Indonesia. Semua jenis elektronik tersedia di pasar yang berlokasi di Jakarta Barat tersebut, dari mulai barang baru hingga rekondisi alias demikian, kondisi Glodok semakin hari semakin ditinggal pembeli. Andre, salah seorang pedagang elektronik Glodok, mengatakan salah satu kontributor sepinya pembeli di pasar tersebut terjadi karena maraknya tren berbelanja online."Sepi salah satunya karena online. Itu berpengaruh sekali, orang sekarang lebih suka beli secara online daripada datang langsung, tapi untuk beberapa elektronik saya kira memang masih harus lihat barangnya langsung," kata Andre kepada detikFinance, ditemui di tokonya, Kamis 13/7/2017. Dia mengungkapkan, para pedagang elektronik yang masih bertahan di lantai 3 hingga 5 Pasar Glodok, juga rata-rata memiliki situs online atau menjualnya lewat situs Muhammad Idris"Ini rata-rata yang masih buka toko juga punya online. Kalau tidak punya online, jual dengan menunggu di toko begini saja pasti enggak bisa bertahan, habis pasti. Lihat saja yang datang sepi sekali begini," ujar yang menjual PlayStation dan kaset game console ini mengaku, porsi penjualan video game tersebut dari online bahkan lebih besar ketimbang yang dijual langsung dari toko."Kalau di saya porsinya penjualan lewat online itu 60%. Untuk offline itu 40%, jadi memang besar. Kalau online terutama pembeli cari yang seperti PS 3 seri 25, kalau itu orang enggak khawatir kalau beli online," ungkap Muhammad IdrisFrans, pedagang elektronik Pasar Glodok mengamini hal tersebut. Untuk bertahan, pedagang Pasar Glodok juga banyak yang menjualnya lewat online. Sementara di toko sendiri lebih banyak yang dilakukan pedagang."Makanya kadang kita hanya ambil barang dari distributor begitu ada pesan online. Baru barangnya dikirim langsung. Tapi kan memang enggak pasti, kadang ada yang beli sampai 5 set. Kalau di toko begini, sepi," pungkas Frans. idr/wdl
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID Ff6tsZ1UwegOPnfZhdJ5biTDU8SQv4V9jLp1DiFopeGm3-BQbzv8Og==
Apakah anda seseorang pemerhati teknologi? Atau anda suka berburu alat elektronik terbaru dengan harga yang dibanderol murah? Kalau begitu, pasti anda sudah tidak asing dengan Glodok, sebuah kawasan perdagangan elektronik di bilangan barat Jakarta yang namanya sudah dikenal di seluruh Indonesia. Glodok yang terkenal sebagai surga alat elektronik dan DVD ini awalnya adalah kawasan permukiman Etnis Tionghoa yang sehari-hari berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejarah Sayang rasanya jika kita blusukan ke Glodok tanpa mengetahui sejarahnya, karena sejarah tempat ini sangat menarik untuk disimak. Glodok sudah dihuni oleh etnis Tionghoa semenjak pemerintahan Belanda di Jakarta dipegang oleh Jan Pieterszoon Coen pada tahun 1620-an. Asal nama Glodok juga sangat unik. Jadi, dulu di kawasan ini terdapat pancuran air yang berada di dalam sebuah gedung kecil berbentuk segi delapan di tengah halaman gedung Balai Kota. Air dari pancuran itu digunakan untuk mengakses air bersih bagi warga di sekitar dan sumber air minum bagi kuda-kuda. Suara yang dihasilkan oleh pancuran air itu berbunyi “Grojok, grojok, grojok” dan warga sekitar menamakan tempat itu sebagai Glodok. Karena asal-usul inilah, Glodok juga disebut sebagai Glodok Pancoran. Glodok Tempo Doeloe Awalnya, penduduk wilayah ini menjual obat-obatan, rempah-rempah, dan kuliner. Nah, perdagangan rempah-rempah yang awalnya mendominasi kawasan ini, lama kelamaan tergeser oleh elektronik semenjak tahun 80-an, sementara beberapa toko kuliner dan toko obat, masih bertahan hingga kini. Hal ini terbukti dari sejumlah bangunan yang masih berdiri di kawasan ini. Bangunan tersebut ialah Waroeng Kopi Es “Tak Kie” yang masih beroperasi hingga sekarang, toko obat Tay Seng Hoo dan juga toko obat Lay An Tong toko obat Lay An Tong sudah tidak beroperasi, namun gedungnya masih ada. Toko Kopi Legendaris Glodok Kenapa Glodok? Glodok memiliki sejumlah kawasan pertokoan, di antaranya adalah Pasar Glodok, Glodok Plaza, Arion Plaza, LTC Glodok, Glodok Jaya, dan sejumlah kawasan lainnya. 40% dari kawasan pertokoan ini menjajakan dagangan berupa alat elektronik yang kebanyakan berasal dari Cina. Anda tentu bertanya-tanya, jika hanya 40% pedagang yang menjual elektronik, sisanya menjual apa? Jawabannya, 60% sisanya menjual kuliner, obat-obatan, dan juga alat kesehatan. Ya, alat kesehatan! Kawasan Glodok telah dikenal sebagai pusat penjualan alat-alat kesehatan sejak tahun 1960-an. Bisnis alat kesehatan berkembang pesat mulai tahun 70-an hingga tahun 80-an, terutama setelah Pasar Glodok didirikan pada tahun 1972. Sayangnya, perekonomian di daerah ini mengalami guncangan akibat kerusuhan Mei 1998, yang mengakibatkan terbakarnya Pasar Glodok dan matinya perekonomian di sekitarnya – toko-toko tutup, bahkan Pedagang Kaki Lima enggan berdagang di sana. Banyak pedagang alat kesehatan berpindah ke tempat lain. Perekonomian Glodok berangsur pulih kala Presiden Abdurrahman Wahid menyambut kembali perayaan imlek yang sebelumnya dilarang dilakukan. Para pedagang mulai aktif berdagang dan para pedagang kaki lima kembali memadati kawasan Glodok. Semakin banyak pedagang yang kembali ke kawasan Glodok pasca pembangunan kembali Pasar Glodok. Jakarta Timur punya Pasar Pramuka sebagai pusat penjualan alat kesehatan, Jakarta Barat punya Glodok. Pastilah anda familiar dengan kawasan ini, terutama jika anda merupakan pengguna setia busway. Akses menuju kawasan Glodok tidak sulit karena berada di sisi jalan raya; anda bisa menaiki Busway Koridor 1 Kota – Blok M dan turun di halte Glodok, anda akan langsung dihadapkan dengan Lindeteves Trade Center LTC dan Pasar Glodok City, keduanya sama-sama memiliki toko alat kesehatan. Halte Busway Glodok Kawasan Glodok merupakan kawasan luas sehingga pedagang alat kesehatan berpencar-pencar di kawasan ini, tidak seperti di Pasar Pramuka dimana pedagang-pedagang alat kesehatan terlokalisasi pada satu pasar tersebut. Soal barang dagangan, pedagang alat kesehatan biasanya hanya menjual alat-alat kesehatan yang umum saja seperti stetoskop, tensimeter dan jarang menjual alat kesehatan yang rumit, seperti alat pacu jantung. Selain itu beberapa dari mereka juga menjual alat-alat kimia seperti spektrometer dan HPLC High-Performance Liquid Chromatography – hal ini yang membuat Glodok di satu sisi lebih unggul dari Pasar Pramuka, ditambah lagi di LTC banyak menaungi toko-toko yang menjual buku-buku kedokteran. Soal harga, pedagang di sini mengklaim bahwa mereka tidak kalah dengan Pasar Pramuka – bahkan salah satu sumber mengklaim anda dapat menghemat 50% bila berbelanja di Glodok. Harga yang murah ini didapat karena mereka berbelanja langsung secara grosir dari distributor alat kesehatan yang berpusat di Jakarta, sehingga mengurangi biaya pengiriman plus mendapat potongan karena membeli secara grosir. Mereka menjual harga yang cukup berani, apalagi ketika barang akan mengalami masa kadaluarsa – mereka akan memberikan diskon besar-besaran karena pedagang Glodok memiliki prinsip bahwa mereka akan mempertahankan loyalitas pembeli dengan tidak menjual barang kadaluarsa, maka sebelum tenggat waktu, mereka buru-buru menjual agar barang dapat terpakai dengan baik. Sedikit berbeda dengan Pasar Pramuka, pusat perbelanjaan di Glodok yang menaungi toko-toko alat kesehatan ini telah dilengkapi oleh air conditioner sehingga lebih sejuk dan nyaman, namun soal hiruk pikuk dan denyut nadi perekonomian, Pasar Pramuka masih menang. Hiruk pikuk yang lebih sedikit dari Pasar Pramuka ini pun dilengkapi dengan interior yang kusam, khususnya di Pasar Glodok. Dari 6 lantai, hanya sekitar 2 lantai yang beroperasi penuh, sisanya gelap. [Baca juga Pasar Pramuka Surga Obat dan Alat Kesehatan] Kondisi di Pasar Glodok Glodok memang merupakan sentra alat kesehatan di Jakarta Barat yang sudah dikenal di seluruh Indonesia, namun para pedagang disana mengakui jumlah pelanggan yang datang ke toko sedikit dan mereka cenderung mendapatkan keuntungan melalui pemesanan partai besar via telepon dari banyak rumah sakit dan perusahaan. Para pedagang alat kesahatan di sini tidak banyak berharap soal jumlah kunjungan karena mereka lebih berkonsentrasi melakukan pelayanan via telepon. Nah, karena para pedagang ini terbiasa dengan pemesanan dalam jumlah besar, maka pembeli eceran yang berkunjung tidak akan mendapat keuntungan berupa potongan harga yang signifikan seperti pembeli grosir. Para pembeli grosir inipun mendapatkan satu lagi keuntungan dibandingkan pembeli eceran gratis biaya pengantaran apabila membeli dalam jumlah tertentu. Soal persaingan, para pedagang di sini tidak terlalu ketat dalam bersaing. Perbandingan hargapun tidak jauh berbeda dari sato toko ke toko lain, sehingga tidak ada yang menjual terlalu murah atau terlalu mahal. Lalu dengan cara apakah satu toko dapat mengungguli toko lainnya? Jawabannya adalah dengan memperbanyak jenis dagangan, misalnya, berjualan alat kesehatan ditunjang beberapa perangkat laboratorium, ditambah dengan alat kimia sederhana, atau mungkin beberapa buku teks, sehingga lebih banyak barang menarik untuk dijual dan keuntungan bertambah. Kesimpulannya? Membeli barang di Glodok memang ada plus minusnya. Plusnya adalah sebagai salah satu pusat penjualan alat kesehatan di Jakarta yang telah dikenal di seluruh Indonesia, harga yang ditawarkan oleh Glodok pastilah hampir sama menggiurkannya dengan Pasar Pramuka – walaupun memang harga tidak bisa ditawar terlalu ekstrim dan mungkin masing-masing toko menawarkan harga yang perbedaannya tidak signifikan. Anda akan lebih diuntungkan jika membeli secara grosir daripada datang membeli eceran ke sana. Minusnya, walaupun aksesnya mudah, anda tetap harus berkutat dengan kemacetan di daerah Glodok yang memang sudah umum – akan terasa sangat melelahkan jika anda harus membawa belanjaan alat kesehatan sambil mengarungi kemacetan. Belum lagi masalah Glodok yang sering kebanjiran saat musim penghujan tiba. Melihat berbagai kendala tadi, anda mungkin ingin berbelanja lewat telepon saja, tapi anda khawatir anda hanya seorang pembeli eceran dan takut dengan harga dan ongkos kirim yang tidak friendly. Lalu bagaimanakah solusinya? Jawabannya, mungkin anda harus mencoba belanja online. Apabila anda adalah orang yang menomorsatukan kenyamanan dan kepraktisan belanja alat kesehatan, mungkin belanja online-lah jawaban bagi anda selama ini. Belanja online menawarkan banyak poin plus untuk anda, di antaranya adalah harga yang bersahabat, varian barang yang beragam, dan hemat dalam konteks waktu, tenaga, dan tentunya biaya. [Baca juga Tips Membeli Alat Kesehatan Murah] Belanja online mudah, aman, hemat! Jika anda ingin merasakan asyiknya belanja online yang tentunya aman, kunjungilah website Medicalogy yang menawarkan alat kesehatan lengkap dengan harga yang ramah kantong. Selain menyuguhkan alat kesehatan yang lengkap dan harga yang ramah, Medicalogy juga memberikan anda diskon, promo-promo menarik, dan kesempatan untuk mengajukan penawaran harga. Terlebih lagi, jika anda berlangganan newsletter dari Medicalogy yang langsung masuk ke email anda, anda akan mendapat pemberitahuan tentang barang baru sehingga alat-alat kesehatan anda bisa lebih up-to-date. Interaksi belanja yang interaktif seperti layaknya berbelanja di dunia nyata ini dipadukan dengan kepraktisan karena anda hanya perlu melihat, memilih, serta tidak perlu jauh-jauh mengangkut alat kesehatan yang anda beli. Di Medicalogy, anda tidak perlu khawatir mengenai kuantitas pembelian, karena baik pembelian eceran maupun grosir, anda adalah valued customer dan berpeluang mendapatkan promo dan penawaran menarik! Happy shopping! Ad
harga barang elektronik di pasar glodok